Saya kategorikan referensi karena memang novel ini bukan hanya sekedar penyemangat atau fiksi lalu, tapi ada hikmah di balik cerita ini, ada sisi yang termaktub fikih didalamnya, ada sisi nasehat, ada kaidah akhlak dsb. Sebuah kelanjutan dari edisi sebelumnya, banyak logi logi yang lain yang kang abik goreskan di KCB 2 ini, sebuah penyemangat bagi para pencari jati diri dan para pencari istri, apalagi yang di ikhitiar, itu merupakan baba yang paling aku sukai, sebuah perjalanan dari milla ke sheilla juga, subhanallah, jadi tertantang nih,....Insya Allah tahun depanlah, tapi sudah mulai browsing kok dari tahun ini Setting tempat KCB ini semuanya di Indonesia, mungkin memang sudah di plan sama kang abik, karena di KCB satu kan settingnya semua di Cairo, tapi yang subhanallah lagi kang abik hapal hampir medan di Indonesia, sampai kota kelahiran yang aku banggakan (red:CILACAP) juga masuk,...asyik mbok. Banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil di novel ini, keistiqomahan, tawadhu, kesederhanaan, keteguhan hati, kesabaraan, keseimbangan hidup dan banyak hal lain yang mungkin susah untuk diungkapkan dengan kata kata. Sosok bu nafis adalah idealisme seorang ibu bagi kami, subhanallah. Sengaja tidak saya ceritakan alur cerita dari novel ini, tidak layaknya review yang lain, karena memang biar pada penasaran untuk membaca novel ini. Pokokmen asyiklah,....................................................................................................................Cepetan baca bagi yang belum baca.
ha..hi..ha..hi..kita lanjutkan obrolan kita bacht, klo aq setelah baca itu malah pengen pergi ke jogja, terus ke kartasura kerumah azzam kan tetanggaan dengan ari, trus ke wangen cari pesantrenya..trus ketemu kyai luthfi minta tausiah, atau minta anak nya juga boleh.....ntar pas aku datang apakah ibunya mimpi serban putih jatuh dari langit ngak ya.....YANG PASTI SETELAH BACA BUYKU INI AKU INGIN BERKARAKTER AZZAM!!!!!!!!!!!!!!!